Di tengah terpaan korupsi, bencana alam, penyakit, dan kekerasan, bangsa Indonesia makin terperangkap dalam kubangan “bahasa keterpurukan” (deficiency language) yang makin menjauhkan dirinya dari solusi.

Bahasa keterpurukan ditandai aneka perbincangan tentang apa pun yang salah, keliru, tak beres, hancur, berantakan, yang secara aktual direpresentasikan oleh korupsi, bencana alam, penyakit, kekerasan dalam kehidupan bangsa Indonesia hari demi hari…(Baca selanjutnya dengan mengklik thumbnail di bawah)…

atau download kliping ini (PDF)