Kali ini saya mengajukan sebuah teka-teki: “Setelah terkena rogol orang, Pastor A mengantar gadis malang yang merintih kesakitan itu melapor ke polisi.” Begitulah bunyi cangkriman saya. Menurut anda, siapa korban pemerkosaan yang ingin diberitakan penulis kalimat itu?

Ah, tanpa repot-repot pun orang tahu jawabannya. Begitu mungkin anda berkata. Pasti gadis malang itulah yang dirogol orang. Mana ada pastor mangsa maniak gasang.

Anda benar. Jika demikian, penulis kalimat itu tersabot sendiri oleh kalimatnya sebab dari analisis sintaksis, kalimat teka-teki itu menuntun orang berpikir bahwa subyek kata kerja pasif diperkosa dan subyek kata kerja aktif  mengantarkan adalah sama: Pastor A…(Baca selanjutnya dengan mengklik thumbnail di bawah)…

atau download kliping ini (PDF)